APA ITU DASAROID ?
With DASAROID Comfort will return naturally
Sejalan dengan arah WHO Traditional Medicine Strategy 2025–2034, pemanfaatan obat berbasis bahan alam yang aman dan berbasis bukti ilmiah semakin mendapat perhatian. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tanaman obat tertentu memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, venotonik, dan penyembuhan luka yang bermanfaat dalam membantu mengelola gejala wasir.
DASAROID merupakan produk berbasis herbal yang diformulasikan dari kombinasi ekstrak tanaman terpilih, yaitu Graptophyllum pictum, Equisetum arvense, Centella asiatica, dan Aloe vera. Keempat bahan ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan didukung oleh studi ilmiah yang menunjukkan manfaatnya dalam membantu mengurangi pembengkakan, peradangan, perdarahan, serta mendukung perbaikan jaringan.
Secara khusus, kandungan bahan berkhasiat yang terdapat dalam DASAROID memiliki efek dan manfaat pada penanganan Hemoroid :
- Graptophyllum pictum berperan sebagai antiinflamasi dan antioksidan,
- Equisetum arvense membantu mengurangi perdarahan dan peradangan,
- Centella asiatica mendukung kekuatan pembuluh darah serta regenerasi jaringan,
- Aloe vera membantu menenangkan jaringan, melancarkan buang air besar, dan mengurangi iritasi.
Kombinasi ini dirancang untuk memberikan pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya meredakan gejala tetapi juga mendukung pemulihan alami tubuh.
Dengan profil keamanan yang baik, DASAROID dapat menjadi pilihan sebagai bagian dari upaya penanganan konservatif pada wasir dan keluhan anorektal terkait, terutama bagi individu yang mencari solusi berbasis herbal yang rasional, berbukti, dan berorientasi pada keamanan dan kenyamanan jangka panjang.
Komposisi DASAROID
- Graptophyllum pictum Folium Extract 250 mg
- Equisetum arvense Herba Extract 100 mg
- Centella asiatica Herba Extract 100 mg
- Aloe vera Folium Extract 50 mg
Dosis
- Sehari digunakan 3 kali 1 Kapsul.
- Tetap dikonsumsi selama diperlukan, pemakaian jangka Panjang relatif aman.
- Dapat digunakan bersamaan dengan obat topikal seperti Krim atau salep, suppositoria, dan obat oral konvensional.
Efek Samping
Umumnya aman jika digunakan dalam dosis yang tepat, namun penggunaan dosis tinggi dan berlebihan kadang-kadang dapat menyebabkan:
- Gangguan pencernaan ringan karena efek laksatif (pencahar),diare, sakit kepala, reaksi alergi
- Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi atau efek samping yang berlanjut.
- Biasanya efek samping akan hilang dengan sendirinya setelah pemakaian obat dihentikan.
- Penggunaan Pada wanita hamil dan menyusui, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
INDIKASI
DASAROID digunakan untuk membantu meredakan dan menangani berbagai gangguan di area anus dan sekitarnya, antara lain:
- Wasir (Hemoroid) : Membantu mengurangi keluhan wasir, baik wasir dalam maupun wasir luar, seperti nyeri, bengkak, dan rasa tidak nyaman.
- Fisura Ani (Luka pada Anus): meredakan nyeri akibat robekan atau luka kecil pada kulit anus.
- Perdarahan Anus: mengurangi perdarahan yang sering terjadi akibat wasir atau iritasi.
- Gatal di Area Anus (Pruritus Ani) : meredakan rasa gatal dan iritasi pada area anus.
- Prolaps Anus: sebagai perawatan pendukung pada kondisi keluarnya lapisan anus.
- Peradangan Sekitar Anus (Periproktitis): meredakan peradangan dan ketidaknyamanan pada jaringan di sekitar anus.
- Luka : Dapat digunakan pada luka atau rasa terbakar di area anus dan sekitarnya.
- Keluhan Akibat Sembelit (Konstipasi) : Membantu meredakan gejala sembelit seperti rasa penuh atau tidak nyaman di perut, frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali seminggu, tinja keras, serta rasa nyeri atau kesulitan saat buang air besar.
I. HEMOROID & GEJALANYA
Hemoroid merupakan salah satu gangguan anorektal atau gangguan bagian anus dan rectum yang cukup umum dan sering dialami masyarakat, terutama pada usia dewasa dan lansia.
Hemoroid, atau yang lebih dikenal sebagai wasir atau ambeien, adalah kondisi pelebaran, pembengkakan atau inflamasi pada pembuluh darah vena (varikositis atau varises) pada pleksus hemoroidalis yang merupakan suatu jaringan normal terdiri atas arteri dan vena yang berfungsi sebagai katup di dalam saluran anus.
Gambaran hemoroid secara medis dapat dijabarkan sebagai berikut:
- Pelebaran Pembuluh Darah (Vena/Arteri): Hemoroid didefinisikan sebagai pelebaran (dilatasi) dan inflamasi (pembengkakan/radang) pleksus vena hemoroidalis. Ini adalah varises di daerah anus dan perianus.
- Struktur Normal yang Patologis: Hemoroid sebenarnya adalah bantalan anus fisiologis yang ada pada semua individu. Ia baru menjadi penyakit ketika terjadi pembengkakan abnormal, thrombosis yang gumpalan darah (trombus) di dalam pembuluh darah pada vena atau arteri yang menyumbat aliran darah, atau prolaps (keluar dari anus).
Hal ini terjadi akibat peningkatan tekanan, bentuk mirip varises, yang bisa terjadi di dalam rektum (internal) atau di bawah kulit anus (eksternal) dan menimbulkan gejala seperti :
- Gatal atau iritasi di area anus.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman, terutama saat duduk atau BAB.
- Pembengkakan atau munculnya benjolan di sekitar anus.
- Perdarahan berwarna merah terang saat BAB.
II. PENYEBAB UMUM
Beberapa penyebab umum yang sering memicu terjadinya hemoroid antara lain:
- Tekanan Saat Buang Air Besar (BAB): Mengejan terlalu keras atau diare/sembelit kronis memicu tekanan tinggi pada pembuluh darah di dubur.
- Kebiasaan Duduk Terlalu Lama: Duduk terlalu lama, terutama saat di toilet, meningkatkan tekanan pada pembuluh darah rektum.
- Kurang Serat: Diet rendah serat menyebabkan feses keras, sehingga memicu sembelit dan kebutuhan untuk mengejan lebih keras.
- Kehamilan: Rahim yang membesar menekan pembuluh darah vena di panggul, ditambah perubahan hormon yang merelaksasi pembuluh darah.
- Faktor Usia: Jaringan penyokong di sekitar rektum dan anus melemah seiring pertambahan usia.
- Gaya Hidup & Kondisi Lain: Mengangkat beban berat secara rutin, obesitas, sering batuk/muntah kronis, dan hubungan seks anal.
III. JENIS HEMOROID
Hemoroid (wasir) terbagi menjadi dua jenis utama berdasarkan lokasinya: internal (di dalam rektum, biasanya tidak nyeri tapi berdarah) dan eksternal (di bawah kulit sekitar anus, nyeri dan gatal). Hemoroid internal memiliki 4 derajat keparahan (I-IV), mulai dari berdarah saja hingga menonjol keluar dan tidak bisa didorong kembali.
1. Hemoroid Internal (Dalam)
Lokasi: Terbentuk di dalam rektum
Gejala: Seringkali tidak terasa sakit karena sedikitnya saraf nyeri di area tersebut, namun dapat menyebabkan perdarahan cerah saat BAB dan terasa ada yang mengganjal.
Derajat (Stadium):
- Derajat I : Pembengkakan kecil di dalam dinding anus, tidak menonjol keluar.
- Derajat II : Benjolan keluar saat BAB tetapi masuk kembali secara spontan.
- Derajat III: Benjolan keluar dan perlu didorong kembali dengan jari.
- Derajat IV: Benjolan menonjol keluar dan tidak dapat didorong kembali (prolaps).
2. Hemoroid Eksternal (Luar)
Lokasi: Terbentuk di bawah kulit sekitar anus.
Gejala: Terasa nyeri, gatal, panas, dan terlihat sebagai benjolan di luar anus. Dapat berdarah jika teriritasi atau mengalami trombosis (pembekuan darah).
3. Hemoroid Campuran (Mixed)
Kombinasi dari hemoroid internal dan eksternal.
Pemahaman mengenai jenis hemoroid penting untuk menentukan penanganan yang tepat, terutama pada tingkat keparahan tinggi (derajat III-IV) yang sering membutuhkan tindakan medis lebih lanjut.
IV. CARA PENANGANAN HEMOROID
Penanganan hemoroid atau wasir yang benar berfokus pada tingkat keparahan gejala, dimulai dari perubahan gaya hidup hingga tindakan medis invasif minimal.
Berikut adalah langkah-langkah penanganan yang dianjurkan secara medis:
1. Perawatan Mandiri (Gejala Ringan)
- Untuk wasir derajat ringan (stadium 1 atau 2), langkah utama adalah melunakkan feses agar tidak melukai area anus.
- Diet Tinggi Serat: Konsumsi serat minimal 25–38 gram per hari dari buah, sayur.
- Hidrasi Cukup: Minum air putih yang cukup untuk membantu kerja serat dalam melunakkan feses.
- Sitz Bath (Rendam Duduk): Berendam di air hangat selama 10–15 menit, 2–3 kali sehari untuk meredakan nyeri dan pembengkakan.
- Perbaiki Kebiasaan BAB: Hindari mengejan terlalu kuat dan jangan duduk terlalu lama di toilet karena meningkatkan tekanan pada pembuluh darah anus.
2. Pengobatan Medis (Obat-obatan)
Jika perawatan mandiri belum cukup, dokter mungkin menyarankan:
- Obat Topikal: Penggunaan salep atau supositoria yang mengandung antialergi dan anti-inflamasi atau pereda nyeri lokal untuk mengurangi gatal dan bengkak.
- Obat Oral: Obat golongan flavonoid, seperti DASAROID sering direkomendasikan untuk mengurangi peradangan, pendarahan, mengatasai ketidaknyamanan dan untuk mempercepat penyembuhan karena teah terbukti efektifitas dan keamanannya.
- Pereda Nyeri: Bila perlu penggunaan obat analgetik dan antiinflamasi dapat digunakan sebagai tambahan sementara waktu untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
3. Prosedur Tanpa Operasi (Minimal Invasif)
Untuk wasir yang sering berdarah atau menonjol (stadium 2 atau 3), dokter dapat melakukan prosedur tanpa operasi di Rumah sakit atau klinik:
- Rubber Band Ligation (RBL): Pengikatan wasir dengan karet khusus agar jaringan mati dan lepas dengan sendirinya.
- Skleroterapi: Suntikan cairan khusus untuk mengecilkan jaringan wasir.
- Laser Hemorrhoidoplasty (LHP): Menggunakan energi laser untuk mengempeskan benjolan dengan nyeri minimal dan pemulihan lebih cepat.
4. Tindakan Bedah (Operasi)
Operasi biasanya menjadi pilihan terakhir untuk wasir stadium 4 atau jika metode lain gagal:
- Hemoroidektomi: Pemotongan jaringan wasir secara bedah (metode paling efektif untuk kasus berat).
- Stapled Hemorrhoidopexy: Prosedur menggunakan alat staples khusus untuk mengembalikan jaringan wasir ke posisi normal.
V. KAPAN HARUS KE DOKTER?
Pada kondisi tertentu Hemoroid perlu ditangani oleh tenaga medis professional. Segera konsultasi ke dokter jika terjadi pendarahan hebat saat BAB, nyeri yang tidak tertahankan, atau benjolan yang tidak bisa masuk kembali, guna memastikan diagnosa dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain seperti kanker kolorektal
VI. PILIHAN TERAPI HEMOROID
Natural Medicine atau bahan alami merupakan pilihan tepat dan cerdas pada penanganan hemoroid, karena secara klinis telah terbukti efektifitas dan keamanannya. Penggunaan Bahan alami ini dapat menjadi pilihan, baik pada Stadium awal atau pada stadium lanjut bersama obat lainnya dibawah pengawasan dokter.
Ada beberapa keuntungan penggunaan Natural Medicine atau bahan alami untuk mengobati Hemoroid, diantaranya :
- Efektif dengan Efek Samping yang cenderung rendah: Karena bahan dasarnya alami, obat herbal umumnya memiliki risiko efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat kimia sintetis.
- Pendekatan Holistik: Obat tradisional sering kali mengadopsi pendekatan holistik, berfokus pada penyembuhan menyeluruh dan keseimbangan dalam tubuh, bukan hanya meredakan gejala secara instan.
- Kandungan Multi-manfaat: Banyak bahan herbal, seperti daun ungu atau Graptophyllum pictum, Equisetum arvense yang dikenal juga sebagai ekor kuda lapangan (field horsetail), adalah tanaman paku purba familia Equisetaceae , Centella asiatica atau pegagan, dan Aloe vera atau lidah buaya, Tanaman tersebut mengandung senyawa aktif (seperti flavonoid) yang memiliki berbagai khasiat, termasuk sifat anti-inflamasi (mengurangi pembengkakan), venotonik (memperkuat dinding pembuluh darah), dan astringen (mengecilkan jaringan yang meradang).
- Keamanan Penggunaan Jangka Panjang: Beberapa ramuan herbal dianggap lebih aman untuk digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama untuk mengelola gejala kronis, asalkan digunakan sesuai petunjuk dan di bawah pengawasan ahli. Studi menunjukkan ramuan jamu untuk hemoroid tidak mengganggu fungsi hati dan ginjal secara signifikan dalam uji klinis tertentu.
- Aksesibilitas dan Biaya: Obat herbal seringkali lebih mudah diakses dan harganya lebih terjangkau dibandingkan beberapa opsi pengobatan medis.