HEPADSA
Hepatoprotector and Maintain Healthy liver Function
LIVER DISEASES (PENYAKIT HATI) & HEPATOPROTEKTOR
Hati merupakan organ vital yang memiliki peranan dalam menjalankan berbagai fungsi esensial dalam tubuh, diantaranya untuk proses metabolisme, termasuk sebagai filter untuk membersihkan racun dalam darah darah, memetabolisme nutrisi, serta menghasilkan zat-zat penting untuk tubuh.
Liver disease atau penyakit liver (Penyakit hati) kronis adalah salah satu masalah kesehatan yang sangat serius yang memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat.
Hepatoprotektor adalah senyawa obat atau agen kimia yang berfungsi untuk melindungi hati dari kerusakan akibat obat, racun, senyawa kimia, virus, fungi, protozoa, dll. Hepatoprotektor yang tepat, seperti HEPADSA disamping melindungi hati juga dapat membantu memulihkan hati yang sudah rusak serta dapat memelihara fungsi hati.
APA ITU LIVER DISEASE ?
Liver disease atau penyakit liver atau yang secara umum lebih dikenal dengan Penyakit Hati merupakan gangguan kesehatan yang terjadi karena adanya kerusakan pada organ hati.
Penyakit hati dapat disebabkan oleh senyawa yang bersifat hepatotoksik, penyakit diabetes, virus, fungi, protozoa, bakteri atau akibat gangguan metabolisme tubuh yang dikenal dengan penyakit hati metabolik. Secara umum seseorang dikatakan menderita penyakit ini jika kerusakan sel-sel dalam organ hatinya telah mencapai 75% atau lebih.
Penyakit hati akan menyebabkan penurunan fungsi hati, proses perkembangan penyakitnya terjadi melalui beberapa tahap, di antaranya:
Tahap 1: Pada tahap awal ditandai dengan kondisi dimana terjadi peradangan pada sel-sel hati sehingga menyebabkan jaringan hati menjadi lunak dan membengkak.
Tahap 2: Pada tahap ini, jaringan hati mulai terjadi fibrosis atau pembentukan jaringan parut sehingga akan mempengaruhi dan menurunkan fungsi hati.
Tahap 3: Pada tahap 3 ini akan terjadi sirosis atau kerusakan parah pada hati, karena adanya penumpukan jaringan parut pada hati yang sudah berlangsung lama. Pada tahap ini, hati sudah tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat menimbulkan gejala yang lebih serius dan mengancam jiwa.
Tahap 4: Adalah keadaan ketika fungsi hati telah hilang sepenuhnya atau dikenal dengan gagal hati. Pada tahap ini, kerusakan hati sudah bersifat terminal atau tidak dapat disembuhkan lagi sehingga memerlukan penanganan khusus, yakni transplantasi hati.
Secara medis tahapan tersebut dapat digambarkan dengan kondisi sbb :

Kondisi tertentu seperti : Infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, NASH, penyakit autoimun, kolestrerol, atau gangguan metabolisme dapat menyebabkan cedera kronis, yakni cedera yang berkembang secara bertahap dan berlangsung lama akibat salah satu kondisi di atas.
Kondisi di atas dapat mengakibatkan CLD (Chronic Liver Deseases) atau penyakit hati kronis, yakni kondisi yang dapat disebabkan oleh NAFLD dan NASH, yaitu penyakit hati berlemak Non Alkohol Steatohepatitis atau Steatohepatitis non alkohol.
NAFLD (Non Alcoholic Fatty Liver Diseses) adalah Penyakit hati berlemak non alkohol, yaitu kondisi di mana terjadinya penumpukan lemak di hati. NAFLD dapat berkembang menjadi NASH, yaitu bentuk yang lebih parah.
NASH (Non Alcoholic Steatohepatitis) atau Steatohepatitis non alkohol, yaitu bentuk lanjutan dari NAFLD yang menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. NASH dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut di hati yang disebut sirosis, dan dapat berujung pada kanker hati atau kematian.

PENYEBAB PENYAKIT HATI
Penyakit hati dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
- Infeksi virus hepatitis A, B, C, D dan E
- Konsumsi alkohol secara berlebihan
- Obesitas
- Diabetes
- Penggunaan obat-obatan secara berlebihan atau tanpa pengawasan medis
- Faktor genetik
- Penyakit autoimun
- Penyalahgunaan obat-obatan
- Paparan senyawa kimia beracun
- Pertumbuhan sel kanker
GEJALA PENYAKIT HATI
- Nyeri perut (terutama di sisi sebelah kanan atas).
- Mual dan muntah.
- Nafsu makan menurun.
- Penurunan gairah seksual.
- Perubahan warna feses menjadi pucat atau kehitaman.
- Menderita sakit kuning.
- Asites atau perut membengkak dan berisi cairan.
- Warna urine menjadi gelap.
- Kulit menjadi gatal dan mudah memar.
JENIS-JENIS PENYAKIT HATI
Terdapat beragam jenis penyakit yang dapat memengaruhi fungsi liver di dalam tubuh, di antaranya:
- HEPATITIS
Hepatitis adalah kondisi medis berupa peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus. Berdasarkan penyebabnya, hepatitis dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Hepatitis A: Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis A(HAV). Umumnya Hepatitis jenis ini dapat menyebar melalui feses dan konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus HAV.
- Hepatitis B: Peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B dapat ditularkan melalui hubungan seksual, cairan tubuh, luka terbuka, dan transfusi darah. Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B juga dapat menularkannya ke janin dalam kandungan.
- Hepatitis C: Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C(HCV). Penyakit ini umumnya ditularkan melalui transfusi darah, hemodialisis atau penggunaan jarum suntik. Jika berlangsung lama, hepatitis C dapat menyebabkan penyakit hati kronis, gagal hati, hingga kanker hati.
- Hepatitis D: Peradangan hati yang terjadi karena infeksi virus hepatitis delta (HDV). Penyakit ini hanya dapat terjadi pada seseorang yang juga mengidap penyakit infeksi HBV. Meski jarang terjadi, Hepatitis D perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang serius.
- Hepatitis E: Peradangan hati yang terjadi karena infeksi virus Hepatitis E(HEV). Hepatitis E dapat menyebar dengan mudah pada lingkungan dengan sanitasi yang buruk.
- FATTY LIVER DISEASES
Fatty liver disease atau perlemakan hati adalah kondisi yang terjadi ketika hati mengandung lemak yang terlalu tinggi, dikenal dengan NAFLD (Non Alcohol Fatty Liver Deseases) terjadi ketika lemak berlebih menumpuk di sel-sel hati, yang dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah jika tidak segera diobati sehingga mengakibatkan peradangan pada hati yang berkembang menjadi jaringan parut permanen (sirosis). Penyakit ini sering ditemukan pada seseorang yang obesitas. Kondisi ini dapat berkembang menjadi sirosis hati yang berisiko menimbulkan kanker hingga mengancam nyawa.
Beberapa kondisi yang berkaitan dengan penyakit hati yang disebabkan Fatty liver Deseases:
- NAFLD: Penyakit hati berlemak non-alkohol, yaitu kondisi penumpukan lemak di hati yang tidak berhubungan dengan konsumsi alkohol. NAFLD sering dianggap sebagai bagian dari sindrom metabolik, yang juga meliputi obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
- NASH: Steatohepatitis non-alkohol, yaitu bentuk lanjutan dari NAFLD yang menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. NASH dapat menyebabkan sirosis hati, yaitu kerusakan hati yang permanen.
- SIROSIS: Kondisi kerusakan hati yang permanen yang dapat disebabkan oleh NASH. Sirosis dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal hati dan kanker hati.
Adapun sejumlah gejala umum dari fatty liver diseases di antaranya:
- Sakit perut sebelah kanan atas.
- Berat badan menurun tanpa alasan yang jelas.
- Edema pada kaki dan perut.
- Perut kembung.
- Nafsu makan menurun.
- Penyakit kuning.
- INHERITED LIVER DISEASE
Inherited liver disease atau penyakit liver yang diturunkan adalah kondisi medis yang disebabkan oleh kelainan genetik sehingga dapat mengganggu fungsi hati dalam tubuh. Adapun dua jenis inherited liver disease yang umum terjadi adalah defisiensi alfa-1 antitripsin dan hemokromatosis.
- SIROSIS HATI
Sirosis hati adalah kondisi ketika terbentuknya jaringan parut pada hati yang bersifat kronis. Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol dan infeksi hepatitis jangka panjang menjadi penyebab utama terjadinya sirosis hati. Sirosis hati termasuk kondisi serius karena dapat memicu terjadinya gagal hati. Karena itu, penderita sirosis hati dianjurkan untuk menjalani pola hidup sehat, menerapkan diet rendah garam, serta mengonsumsi obat-obatan serta suplemen sesuai anjuran dokter guna mencegah komplikasi yang lebih serius.
- KANKER HATI
Kanker hati adalah masalah kesehatan berupa pertumbuhan sel yang abnormal pada hati. Beberapa jenis kanker hati yang umum terjadi di antaranya hepatocellular carcinoma (HCC), cholangiocarcinoma, dan hepatoblastoma. Kondisi ini kerap menjadi komplikasi dari hepatitis B dan C dalam jangka waktu panjang.
- PENYAKIT LIVER KOLESTASIS
Penyakit liver akibat kolestatis dapat disebabkan oleh berkurangnya atau tersumbatnya cairan empedu dari hati sehingga menyebabkan penumpukan bilirubin dan menimbulkan penyakit kuning.
- HEPATITIS TOKSIK
Penyakit hepatitis toksik disebabkan oleh paparan senyawa kimia beracun yang dapat berasal dari obat, suplemen makanan, atau zat kimia lainnya. Beberapa jenis obat yang perlu diwaspadai adalah paracetamol, allopurinol, diclofenac, amoxicillin, isoniazid, dan fenitoin.
- PENYAKIT LIVER TERKAIT ALKOHOL
Penyakit liver ini disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan. Alkohol bersifat toksik dan dapat merusak sel-sel hati, terutama ketika penyaringan alkohol dari dalam darah terjadi di hati.
PENGOBATAN PENYAKIT HATI
Pengobatan penyakit hati kronis dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:
- Mengubah gaya hidup
Menerapkan pola hidup sehat lainnya, seperti: menjaga berat badan yang sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi lemak jenuh dan karbohidrat sederhana, minum air putih yang cukup, dan berolahraga secara teratur.
- Mengonsumsi obat
Konsumsi obat yang diresepkan dokter berdasarkan penyebab penyakit hati, seperti: obat antivirus untuk hepatitis B kronis, obat antidiabetik atau suntikan insulin untuk diabetes melitus, dan obat antikolesterol dan antihiperlipidemia untuk menormalkan kadar lemak darah untuk dislipidemia.
- Transplantasi hati
Transplantasi hati dapat dilakukan untuk penyakit hati yang disebabkan oleh keganasan, seperti karsinoma hepatoseluler.
- Suplementasi herbal
Suplementasi herbal merupakan tindakan preventif maupun kuratif, adalah tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengobati penyakit hati, salah satunya yang terbukti efektif dan aman digunakan adalah HEPADSA.
Metoda ini dinilai efektif dan relatif paling aman karena HEPADSA akan membantu melindungi hati dari kerusakan, memperbaiki kerusakan dan meningkatkan regenerasi sel-sel hati, yang akan mempercepat proses penyembuhan hati. Disamping itu HEPADSA juga akan mengurangi peradangan hati.
Metoda ini sesuai dengan rekomendasi WHO (World Health Organization) untuk menggunakan “Integrative Medicine”, yakni strategi penggunaan kombinasi obat konvensional dan obat natural secara bersamaan untuk meningkatkan efektifitas dan keamanannya.
APA ITU HEPADSA ?
HEPADSA adalah agen Hepatoprotektor alami yang berfungsi untuk menjaga, memelihara, membantu mengobati dan memperbaiki gangguan fungsi hati atau penyakit hati (Liver Diseases).

Komposisi HEPADSA :
- Phyllantus niruri Herba extract 150 mg
- Curcuma Xanthorrhiza Rhizome Extract 150 mg
- Curcuma domestica Rhizome Extract 100 mg
- Curcuma zeodora Rhizome Extract 50 mg
- Andrographis paniculata Herba Extract 50 mg
Pada acara webinar PERKENI 20 Oktober 2024 yang lalu Dr. Poernomo Boedi Setiawan Sp.PD. K-GEH, FINASIM, salah satu dokter subspesialis senior dan ahli di bidang sistem pencernaan dan hati, menyatakan bahwa : “HEPADSA terbukti bermanfaat dan jelas-jelas aman untuk penanganan NAFLD, NASH karena terbukti secara pathogenesis bisa menurunkan kelainan enzimatik pada pasien2 dengan CLD, NAFLD, dan NASH “.
Rekomendasi ini sesuai dengan pengalaman beliau yang sudah menggunakan HEPADSA untuk menangani pasien-pasien beliau yang mengidap liver deseases atau penyakit hati.
Bagaimana Cara Kerja HEPADSA ?
HEPADSA sebagai Hepatoprotektor diformulasikan berdasarkan Tinjauan Farmakologi (pharmacological review), bukti ilmiah (evidence base), disertai hasil uji klinis dari masing-masing komposisi bahan. HEPADSA mengandung beberapa zat berkhasiat yang telah diketahui, diakui dan terbukti secara klinis sebagai modern natural medicine yang efektif dan aman.
Sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO), untuk beberapa penyakit degeneratif seperti diabetes, gangguan fungsi hati (penyakit hati), hipertensi, infertilitas, dll., sangat disarankan untuk menggunakan metoda Integrative Medicine yaitu menggunakan perpaduan dari kekuatan sistem pengobatan alami (tradisional) bersamaan dengan konsep pengobatan konvensional.
HEPADSA akan memberikan efek sinergis yang lebih optimal bila digunakan bersamaan dengan obat konvensional atau dapat juga digunakan sendiri sebagai obat tunggal untuk memelihara dan menjaga fungsi hati.
HEPADSA sebagai Hepatoprotektor mengandung beberapa zat berkhasiat yang akan memberikan multiple efek yang bekerja secara sinergis sebagai terapi penunjang pada Penyakit Hati, diantaranya sebagai:
- Antiviral
- Antiprotozoa
- Antibakteri
- Antifungi
- Antiinflamatori
- Antioksidan
- Meningkatkan level antioksidan alami tubuh, Glutathion (mother of antioksidan).
- Menurunkan kolesterol total, LDL, dan Trigliserid
- Meningkatkan sintesa protein dalam hepatosit dan menurunkan leukotriene, prostaglandin dan TNF α oleh sel Kupfler (Negi, et.al, 2008)
- Disamping itu juga memiliki efek sebagai antidibetik, sangat baik digunakan untuk melindungi dan memperbaiki fungsi hati akibat komplikasi Diabetes Melitus (DM).
Efek sinergis yang diberikan HEPADSA akan meningkatkan efektivitas pada penanganan penyakit hati, tanpa meningkatkan risiko efek samping. HEPADSA relatif aman digunakan dan relatif tanpa efek samping bila digunakan sesuai dengan dosis yang direkomendasikan. Secara farmakologis, HEPADSA akan bekerja melalui mekanisme berikut:

- Phyllantus Nir
Hasil penelitian menyatakan bahwa Phyllanthus niruri dapat menurunkan kadar enzim aspartate aminotransferase (AST) dan alanine aminotransferase (ALT) secara signifikan (p < 0,001). Dengan demikian, Phyllanthus niruri memiliki aktivitas hepatoprotektor yang memberikan perbaikan kondisi pada penderita penyakit hati.1
- 1.Ni Putu Rika Noviyanti, Sagung Chandra Yowani (2023) , Potensi Aktivitas Hepatoprotektor dari Meniran (Phyllanthus niruri L.) pada Penderita Penyakit Hati. November 2023. Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2:654-667
Phyllanthus niruri L berperan dalam mereduksi kerusakan hepar akibat infeksi Salmonella.
Phyllantus niruri juga memperlihatkan aktivitas antivirus hepatitis B. Hasil study menunjukkkan bahwa 37 Pasien yang diberikan Phyllantus niruri dengan dosis 600mg/hari menunjukkan hasil HBsAg negatif dalam 2 minggu pasca terapi. Hasil evaluasi selama 9 bulan menunjukkan bahwa Phyllantus niruri dapat menghambat proliferasi virus melalui penghambatan materi genetik virus. Phyllanthus niruri dapat membantu menurunkan antigen hepatitis B atau tanda infeksi.
Phyllanthus niruri memiliki sifat antiradang yang dapat membantu meredakan nyeri dan mengatasi peradangan hati, disamping itu secara klinis Phyllanthus niruri dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
- Curcuma Xanthorrhiza Rhizome Extract
Curcuma Xanthorrhiza merupakan tanaman obat yang mengandung komponen aktif kurkumin sebagai antioksidan yang dapat melindungi hati dari kerusakan (hepatoprotektor). Secara farmakologis kurkumin memiliki efek sebagai alntiinflalmasi, antioksidan, antikanker, antifertiliti, antiulser, antikoagulan, antimikroba, antihepatotoksik, antirematik dan antidiabetik.*
* Yadav, Tarun G, Rosan. Versatility Of Turmeric : A Review The Golden Spice Of Life. J Pharmacogn Phytochem. 2017;6(1):41-46.
- Curcuma Domestica Rhizome Extract
Temulawak adalah salah satu tanaman herbal yang dapat dijadikan alternatif pengobatan karena kandungan komponen aktif di dalamnya seperti: curcumin (diferuloylmethane), demetoxycurcumin, bisdemetoxycurcumin serta banyak zat aktif lainnya.Mekanisme kurkumin dalam menjaga sel-sel hepar dari kerusakan sejalan dengan efeknya sebagai antioksidan. Kurkumin akan menangkap ion superoksida dan memutus rantai ion antar superoksida (O2). yang akan mencegah kerusakan hepar yang dimediasi oleh enzim antioksidan yaitu Superoxide Dismutase (SOD). SOD akan mengonversi O2 menjadi produk yang kurang toksik. Selain mekanisme tersebut, mekanisme kurkumin dalam mencegah terjadinya kerusakan sel hepar yaitu juga dengan meningkatkan glutathion S-transferase (GST) dan menghambat beberapa faktor proinflamasi seperti nuclear factor-ĸB (NF-kB) dan profibrotik sitokin. Melalui mekanisme tersebut, Temulawak dapat mencegah kerusakan sel hepar.
- Curcuma Zeodora Rhizome Extract
Kunyit putih (Curcuma zedoaria) mengandung flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa yang berperan dalam menurunkan kadar gula darah. Selain flavonoid, kunyit putih juga mengandung kurkumin yang berperan sebagai perlindungan sel beta pankreas.(Mierza et al., 2023) Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kunyit putih menekan respon inflamasi yang disebabkan oleh NF-kappa B, menekan aktivasi hepatic stellate cells yang dapat menyebabkan fibrosis hati, dan mencegah kerusakan oksidatif yang disebabkan ROS. Hal ini terbukti kunyit putih memiliki efek perlindungan pada organ hati.(Lubis et al., 2022) Tidak hanya itu, ekstrak Curcuma zeodora (kunyit putih) selain mampu menurunkan kadar gula darah juga akan memperbaiki kerusakan sel-sel hati akibat diabetes. - Andrographis Paniculata Herba Extract
Andrographis paniculata memiliki efek hepatoprotektor yang dibuktikan dengan penurunan aktivitas alanin aminotransferase (ALT) pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi parasetamol.Andrographis paniculata secara klinis juga terbukti memiliki berbagai efek farmakologi yang positif, di antaranya:
- Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
- Mengurangi gejala flu.
- Meredakan peradangan dan meringankan nyeri.
- Meredakan demam.
- Menurunkan tekanan darah.
- Menurunkan dan menjaga kadar gula darah.
- Menghambat pertumbuhan sel kanker.
- Meringankan diare.
Lebih lanjut, pada acara webinar PERKENI 20 Oktober 2024 yang lalu, Dr. Poernomo Boedi Setiawan Sp.PD. K-GEH, FINASIM menyatakan bahwa: Sebagai tenaga medis kita tidak boleh putus asa, dan tetap mengupayakan yang terbaik buat pasien karena Sirosis masih bisa diobati dan dapat menjadi NASH, dan NASH masih bisa menjadi NAFLD, dan NAFLD bisa menjadi normal lagi. Hal ini berdasarkan pengalaman beliau menggunakan HEPADSA untuk membantu pasien-pasien beliau mengatasi penyakit hati, HEPADSA jelas bermanfaat karena dapat menurunkan beberapa indikator penyakit hati.
INDIKASI:
HEPADSA digunakan sebagai Hepatoprotektor untuk melindungi dan memperbaiki kerusakan fungsi hati serta memelihara kesehatan fungsi hati.
DOSIS:
Sehari digunakan 3 x 1 Kapsul, selama minimal 12 Minggu. Dosis selanjutnya dapat disesuaikan dengan kondisi pasien sebagai dosis pemeliharaan dengan dosis sehari, 1 sampai 3 x 1 Kapsul.